Kuliner

Menilik Kuliner Unik ala Valentine dari Berbagai Negara

Kuliner Wina

Ketika Makanan Hadir dengan Sejuta Cerita Cinta

Ada pepatah yang mengatakan bahwa makanan adalah simbol cinta ketika kata-kata sudah tidak lagi memadai. Makanan memang kerap kali dianggap sebagai sebuah ekspresi cinta. Tak heran jika mendekati bulan Februari, dunia kuliner ikut bergejolak menyambut perayaan Valentine’s day. Hari kasih sayang yang telah popular sejak abad ke-19 ini dirayakan secara internasional oleh berbagai negara di dunia. Tak disangka pula, perpaduan kebudayaan serta tradisi di tiap negara turut menjadi bumbu manis, menciptakan beragam jenis makanan dari yang penuh akan filosofi hingga yang membuat geleng-geleng kepala. Yuk kita lihat!

JEPANG

Sama seperti negara lain pada umumnya, tradisi memberi coklat juga diadaptasi oleh masyarakat Jepang sebagai ungkapan rasa cinta. Namun uniknya, hanya wanita saja yang boleh memberikan coklat sedangkan pria diharapkan untuk membalasnya dengan hadiah senilai tiga kali lipat pada White day, tepat satu bulan setelah Valentine. Coklat yang diberikan pun memiliki kasta tersendiri, seperti Giri-choco yaitu sebutan untuk ‘coklat wajib’ yang diberikan kepada atasan serta rekan kerja, Tomo-choco yaitu coklat yang diberikan kepada sesama teman perempuan, dan Honmei-choco atau the real love chocolate yang notabene dibuat secara homemade khusus diberikan pada orang yang benar-benar mereka cintai.

Selain itu, di hari yang spesial ini para wanita Jepang juga menyiapkan bekal makan siang khusus. Dibuat dengan penuh cinta, bento ala Valentine biasanya disiapkan dengan rupa yang kawai dan lebih populer di kalangan non-jombloers. Tak hanya bento, sushi dan sashimi berbentuk hati juga banyak dikreasikan, bahkan sampai dijual diberbagai tempat untuk dinikmati bersama pasangan ataupun dijadikan hadiah!

 

 

KOREA

Jika pada Valentine seluruh sudut Korea ramai oleh penjual coklat, mendekati White day semua coklat akan berubah menjadi beragam permen manis! Tradisi membalas coklat dengan permen memang sudah menjadi tren tersendiri di kalangan remaja Korea. Mengambil momentum ini, para penjual permen-pun tidak ketinggalan menjejalkan produk mereka sekreatif mungkin. Salah satu kreasi permen yang paling laris terjual di pasaran adalah bouquet candy dari brand lollipop asal Spanyol, Chupa Chups.

Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mendapatkan coklat ataupun permen? Tenang, di Korea para jombloers juga punya hari raya khusus. Black Friday atau hari raya patah hati, dirayakan sebulan setelah White day. Pada tanggal 14 Maret, jomblowan dan jomblowati yang galau biasanya akan mengenakan pakaian serba hitam dan pergi ke Chinese restaurant untuk merenungkan kesedihan mereka dengan melahap semangkuk Jajangmyeon atau mie saus hitam. Makan selalu menjadi mood booster yang paling manjur, setuju?

ITALIA

Italia merupakan salah satu destinasi Valentine yang paling banyak dikunjungi di Eropa. Mengapa tidak? Selain pemandangan indah dari kota ke kota dan suasana yang kuno nan romantis, negara asal kisah Romeo and Juliet ini juga hadir dengan berbagai macam kuliner Valentine. Sebut saja pizza, pasta, dan ravioli, semua disulap serba merah dengan bentuk hati. Wah menarik ya!

Tidak sah hukumnya jika Italia tidak hadir dengan es krim yang bertemakan Valentine. No worries! Tentu saja pakarnya es krim terenak di dunia memiliki resep tersendiri untuk menambah manisnya hari kasih sayang. Di bulan Februari, gelato ice cream dengan warna serba merah muda dapat ditemukan diseluruh pelosok negeri. Tiga variant ter-hits antara lain lain strawberry, cranberry, dan cherry.

Berhubungan dengan coklat, si coklat mungil berisi hazelnut yang dinamakan Baci Peruginia adalah coklat yang paling dicari-cari para love bird. Diproduksi sejak 1922, Baci Peruginia telah menjadi bagian dari sejarah Italia. Alkisah, ide coklat legenda dengan secarik puisi cinta ini diambil dari kisah cinta pendirinya sendiri di sebuah kota bernama Peruginia. So sweet!

CHINA

Apa jadinya jika hari raya kasih sayang dipadukan dengan kepercayaan lokal? Ya begitulah yang terjadi di beberapa kota kecil di China. Mengikuti kisah legenda cinta terlarang seorang pengembara dan dewi kayangan, masyarakat percaya bahwa setiap tanggal tujuh bulan tujuh sesuai kalender China, alam akan berbaik hati membuat sebuah jembatan antara langit dan bumi untuk mempertemukan keduanya. Hari ini kemudian dikenal dengan nama Double Seventh Day atau Chinese Valentine’s day — hari baik bagi para gadis untuk memohon berkat dan jodoh kepada dewa.

Pada festival ini biasanya gadis-gadis desa akan berkumpul untuk membuat Qiao Guo — sejenis gorengan dari adonan tepung pastry dan biji wijen. Mereka juga akan membuat pangsit spesial yang dua di antaranya berisikan biji kurma dan koin tembaga. Gadis yang nantinya memakan pangsit berisi koin tembaga dipercayai kelak akan menjadi kaya, sedangkan mereka yang mendapatkan biji kurma diramalkan akan segera bertemu dengan belahan jiwanya dan menikah!

AMERIKA

Perayaan Valentine di Amerika juga tidak kalah meriah. Euforia ini menstimulus  perusahaan kuliner di negara adidaya untuk mendiversifikasikan produk mereka ke Valentine edition, seperti Krispy Crème dan Dunkin’ Donuts. Keduanya saling bersaing dengan memproduksi berbagai donat bentuk unik yang membuat konsumen gatal untuk membeli. Virus Valentine juga menjamuri supermarket dengan berbagai macam ornamen dan display menarik. Yang sempat membuat netizen gagal paham adalah inovasi potongan daging steak berbentuk hati khusus dipersembahkan bagi mereka yang ingin memasak di rumah. Ada-ada saja ya!

 

***

Teks oleh Vania Valencia David | @theculina | theculina.com

(Disunting oleh Tiara Mahardika)

 

 

RELATED NEWS

Top
http://www.pedasmag.com/wp-content/uploads/2016/04/logo-pedas.jpg